Social Icons

Pages


Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Agustus 2014

Tokoh di 7 Film ini dari Kisah Nyata

Banyak film yang dibuat berdasar kisah nyata. Misalnya, paling mudah terlihat pada film biografi. Tapi ada pula film yang kita tonton ternyata terinspirasi dari peristiwa nyata, tanpa kita ketahui sebelumnya.

Contoh 7 film berikut ini mengungkap hal tersebut. Beberapa diantaranya mungkin mengejutkan. Kita lihat saja langsung.


 
1. Michelle Philpots , 50 First Date
 
 
Film yang dibintangi Drew Barrymore dan Adam Sandler diangkat dari kisah nyata Michelle Philpots. Setiap hari ia harus terbangun dengan seorang pria yang akan terus meyakinkan dia bahwa mereka telah menikah. Dan di saat ia mulai ragu dan tak percaya, sang suami harus dengan cepat mencari sebuah foto sebagai bukti nyata pernikahan mereka 13 tahun silam. Dan hal ini harus terus ia lakukan hingga waktu yang tak dapat ditentukan.

Sang suami, Ian mengatakan bahwa istrinya mengalami cedera oak akibat kecelakaan di tahun 1994. Semenjak itulah ia mulai mengalami gejala pikun yang sangat parah dan terjadi setiap hari.




2. Mehran Nasseri, The Terminal
 

The Terminal adalah kisah yang mengangkat sebuah kasus yang kerap terjadi di jaman modern ini. Bercerita tentang seorang pria yang diperankan oleh Tom Hanks di mana ia harus terjebak lama di dalam sebuah bandara. Ia terpaksa harus tinggal dan menetap di bandara entah sampai kapan akibat birokrasi yang terkesan sangat membingungkan.

Dan ternyata kisah ini terinspirasi dari kehidupan nyata seorang warga Iran yang terjebak di salah satu bandara Paris, Charles De Gaulle. Pria bernama Mehran Nasseri ini harus mendekam di bandara akibat tas yang berisikan surat-surat penting hilang dicuri. Sehingga paspor yang merupakan bukti paling penting tak bisa ia tunjukkan dan membuatnya tak bisa bergerak, bahkan pulang ke negaranya sendiri.




3. Ilse Koch, The Reader
 

Karakter Kate Winslet pada film peraih Oscar yang berjudul The Reader nampaknya terinspirasi dari sebuah kisah nyata di jaman kekuasaan Hitler. Adalah Ilse Koch, wanita yang merupakan penjaga kamp inilah yang merupakan inspirasi dari karakter tersebut. Ilse Koch merupakan wanita miskin yang lantas menikah dengan salah seorang teman dekat sang diktator.

Kekejaman Ilse Koch menghukum para tahanan memang dianggap sangat tak memilki naluri kemanusiaan. Dan sama seperti yang dilakukan oleh Kate dalam perannya, Koch pun lantas memutuskan untuk bunuh diri setelah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Masih banyak karakter yang dibuat mirip oleh Koch dan Kate dalam film tersebut.




4. Don Diego de la Vega, Zorro
 

Beberapa orang percaya dan beranggapan bahwa Zorro merupakan satu karakter yang dibuat berdasarkan kisah nyata. Adalah Don Diego de la Vega, pria bangsawan yang berkuasa di era kolonial Spanyol inilah yang digadang-gadang sebagai Zorro sesungguhnya. Dia diketahui sebagai penjahat bertopeng dan berpakaian hitam yang kerap menegakkan kebenaran.

Aksi aneh dan nyentriknya tersebut dianggap sebagai upaya dalam membela rakyat dari kejahatan pejabat saat itu. Satu tokoh bandit yang juga memperjuangkan hak rakyat bernama Joaquin Murrieta juga disebut-sebut sebagai inspirasi lain dalam pembentukan karakter Zorro.




5. Peek, Rain Man
 
 
Beberapa orang tentu tak asing lagi dengan sosok aktor tampan Tom Cruise. Terlebih aksinya dalam film yang ia bintangi bersama Dustin Hoffman dalam film terkenal Rain Man. Akibat aktingnya yang sangat bagus dan totalitas, Dustin Hoffman pun berhasil meraih penghargaan Oscar dengan karakternya sebagai Raymond Babbitt.

Dalam film tersebut, Dustin sendiri berperan sebagai pria yang menderita autisme. Dan ternyata karakter ini sedikit banyak terinspirasi dari sosok yang bernama Peek. Pria dengan autisme yang satu ini sangat menginspirasi terutama dengan kemampuan mengejutkan yang ia miliki. Peek terbukti mampu membaca dan menghafal sekitar 98% dari apa yang telah ia dengar dan baca.




6. Ed Gain, Psycho
 
 
Film Psycho menceritakan tentang Norman Bates, pemilik hotel yang mengalami gangguan psikologis dan memiliki delusi yang sangat mengerikan. Ia percaya bahwa ibunya yang sudah meninggal dan ia simpan di ruang bawah tanah memiliki obsesi untuk membunuh pengunjung hotel. Akibatnya, Norman kerap berdandan seperti sang ibu dan lantas tanpa sadar menjadi sosok sang ibu yang kemudian melakukan pembunuhan itu.

Kisah tersebut berdasar pada sosok Edward Gein. Pria ini ditangkap pada tahun 1957 karena telah melakukan banyak pembunuhan di dalam hotelnya. Yang lebih tragis, pria gila ini bahkan kerap menguliti sang korban saat berhasil membunuh mereka.

Kasus Ed Gein juga menginspirasi film-film lain seperti The Texas Chainsaw Massacre serta The Silence of the Lambs. Bahkan kisah pembunuh ini dibuatkan film sekuel, yang pertama judulnya Ed Gein: In the light of the moon, dan yang kedua Ed Gein: The Butcher of Plainfield.




7. Annelise Michel, The Exorcism of Emily Rose
 

Dalam film ini, seorang ahli spiritual telah diadili atas kematian wanita muda bernama Emily Rose. Kematian Emily sendiri terjadi di saat dilakukannya pengusiran setan yang dipercaya ada di dalam tubuhnya. Dan ternyata film yang berjudul The Exorcism of Emily Rose ini pun terinspirasi dari kisah nyata.

Seorang gadis berusia 16 tahun bernama Annelise Michel mulai menampakkan gejala kemasukan setan di tahun 1968. Gadis yang berasal dari Jerman itu lantas didatangi oleh beberapa ahli pengusir setan yang merasa bahwa dirinya telah dinaungi banyak kekuatan gaib. Namun setelah aksi tersebut, Michel justru tak pernah makan dan meninggal karena kelaparan di tahun 1976.














 









Sumber:
kaskus


Sabtu, 25 Januari 2014

Tuntutan Perampok Comic 8 pada Indonesia

Comic 8 menimbulkan rasa penasaran karena Jokowi berucap, "Ini film bagus." Rasanya, jarang-jarang ia memuji sebuah film, apalagi garapan lokal. Maklum, kita sudah kenyang dengan banjir kisah hantu berbalut birahi,  atau film bioskop bergaya sinetron yang tetap jadi andalan industri hiburan di negeri ini. Lantas, apa istimewanya Comic 8 hingga dapat jaminan layak tonton?

Sederet artis beken ikut terlibat dalam film bergenre komedi ini. Ada Nirina Zubir, Nikita Mirzani, Coboy Junioir, Candil, ditambah komedian Stand Up Comedy. Kalau cuma itu andalannya, lebih baik tinggalkan niat menonton Comic 8. Nama beken bukan jaminan.




Pusat kelucuan justru dititik-beratkan pada para komedian  Stand Up Comedy, merekalah bintang utama di sini. Kalau Anda penggemar gaya lawak yang tiga tahun belakangan sedang hype ini, pasti akrab mendengar nama  Mongol Stre s, Mudy Taylor, Ernest Prakasa, Kemal Palevi, Bintang Timur, Babe Cabita, Fico Fachriza, serta Arie Kriting.

Comic 8 memang menjadikan gaya lawak ini sebagai jualan, sekaligus hiburan. Dialog-dialog lucu namun mengasah otak dijadikan andalan. Contohnya, pada adegan pembuka saat seorang anak yang pulang sekolah dihadang preman. Dengan pintar anak ini beralasan uangnya sudah habis untuk jajan dan tersisa dua ribu rupiah. Sementara masih harus naik angkot dua kali lagi yang ongkos keseluruhan jadi lima ribu rupiah. Dengan polosnya si preman mau memberi uang lima ribu rupiah dan ditukar dengan uang dua ribu rupiah pada si anak. Yang penting misinya berhasil, jadi tukang palak, preman sangar.

Cukup menggelitik. Saya teringat pada dongeng masa kecil "kancil cerdik melawan harimau". Si kancil bisa lolos berkat kepintarannya membuat argumen. Inilah pesan moral penting, bahwa lawan menakutkan bisa ditaklukan dengan otak cerdas dan diplomasi.




Dan hal itu juga yang sedikit banyak memengaruhi kehadiran Stand Up Comedy di negeri ini.  Butuh intelejensia tinggi agar membuat orang tertawa dengan tutur kata. Bertentangan dengan tingkah pelucu lain di layar kaca yang masih mempertontonkan gaya slapstik, melecehkan lawan main, menyerang secara fisik sebagai bumbu lawakan.

Tentu jadi tantangan tim Falcon Picture membawa lawak tutur kata ini ke layar lebar. Apa yang bisa dihadirkan ke hadapan penonton, lebih bagus lagi ada pesan tersirat yang bisa dibawa pulang. Bahkan sutradara Anggy Umbara menjamin, "Film ini akan berbeda dari film yang sudah ada."



Pesan Para Perampok
Kita akan mengerti maksud Anggy bila memberi perhatian lebih pada dialog-dialog di film ini. Kisahnya sendiri secara garis besar tentang perampokan sebuah bank yang dilakukan oleh Mongol dan kawan-kawannya. Aksi-aksi perampokan yang menegangkan namun lucu, ditampilkan dalam setiap adegan.




Anda bakal tertawa terbahak-bahak, merasa dihibur habis-habisan. Tapi ingatlah, ada kecerdasan berbalut satir di dalamnya. Secara tak langsung, kritik untuk negeri ini mengalir deras sepanjang film.  Dengarlah saat para perampok mengajukan tuntutan mereka.

"Saya minta ibukota negara ini kasi pindah ke Papua sana," tuntut Arie Kriting. Ya, karena Jakarta sudah parah, selalu macet dan banjir.  Begitulah sebenarnya jeritan rakyat yang melihat ketimpangan pembangunan di negeri ini.

Maka dengan yakin, ketika Ernest Prakoso memelesetkan DPR sebagai "Dewan Perwakilan Rampok" dan Mudy Taylor berkata, "Siapa perampok sebenarnya, kami yang mengambil recehan ini atau mereka para koruptor yang masih berkeliaran di muka bumi ini?" dan lengkaplah satir untuk Indonesia.

Nah, mungkin itu alasan Jokowi memuji Comic 8. Apakah Anda akan menangkap pesan yang sama?


Trailer


[Apakabardunia.com]

Jumat, 20 Desember 2013

The Hobbit: The Desolation of Smaug, Perjalanan Seru Para Kurcaci Demi Merebut Tanah Kelahiran

Film yang diangkat dari kisah fantasi epik karya J.R.R Tolkien kembali hadir dengan cerita petualangan perjalanan para kurcaci yang ingin merebut kembali tanah kelahiran mereka di gunung Erebor.

The Hobbit The Desolation of Smaug melanjutkan dari kisah film pertamanya dimana kerajaan para kurcaci ini berhasil dikuasai oleh naga besar bernama Smaug.


Thorin (Richard Armitage) yang merupakan pemimpin kurcaci mendengar bila sang ayah raja Thor terlihat berkeliaran di gunung Erebor. Demi mengetahui kebenaran tersebut, Thorin yang tengah berada di salah satu tempat makan itu mendapat dukungan penuh dari Gandalf (Ian McKellen) yang siap mendampinginya.

Gandalf pun segera memutuskan untuk melakukan perjalanan bersama Thorin dan 13 kurcaci lainnya demi merebut kembali tanah kehiran mereka di gunung Erebor. Selain menjalin kerja sama, Gandalf juga menyemangati Thorin untuk menduduki tahtanya sebagai seorang pemimpin raja kaum dwarf.


Akhirnya kesepakatan mereka pun terjalin dengan cepat, para kurcaci yang dipimpin Thorin memutuskan setuju melakukan perjalan dengan sang penyihir ke gunung Erebor.

Demi membantu perjalanan tersebut berjalan lancar, keahlian Bilbo Baggins (Martin Freeman) dari kaum hobbit kembali digunakan.

Bilbo yang mahir dalam hal mengintai dan mencuri ini terbukti sangat membantu para kurcaci serta Gandalf saat ia berhasil mengetahui bangsa Orc berjaga-jaga di sepanjang jalur perjalan yang mereka akan lewati.


Pada film kali ini, perjalanan para kurcaci dan Bilbo tidak hanya dipersulit dengan keberadaan Orc yang siap menghabisi mereka, tetapi juga ada rintangan dari serangan para laba-laba besar di jalan peri yang mereka lewati.

Film berdurasi 169 menit ini semakin menarik dengan penggunaan efek 3 dimensi yang membuat beberapa adegan di film ini semakin nyata dan membuat penonton terhanyut masuk didalamnya.

Selain itu, di film ini juga banyak memperlihatkan adegan-adegan lucu serta menegangkan yang dilakukan para kurcaci saat mencoba bertahan dari serangan para bangsa Orc.


Dengan kata lain, selain menawarkan cerita yang menarik, film ini juga mampu memberikan nuansa yang segar lewat kualitas gambar dan visual efeknya.

Selain itu, film yang dibuat trilogi ini juga banyak memiliki pesan yang bermakna salah satunya adalah seorang pemimpin itu harus berani mengambil keputusan dengan apapun resikonya.

Tidak lupa juga, sikap saling membantu satu sama lain juga sangat penting untuk mewujudkan tujuan yang ingin dicapai.

Tangan dingin sutradara Peter Jackson, kembali dipercaya untuk menggarap film ini, dan beberapa aktor ternama juga terlibat di dalamnya seperti Ian McKellen, Martin Freeman, Richard Armitage, Cate Blanchett, Orlando Bloom, Elijah Wood, Hugo Weaving dan Andy Serkis.

Mampukah Thorin, 13 Kurcaci, Gandalf dan Bilbo berhasil merebut kembali tanah kelahiran dan kerajaan mereka dari sang naga api besar?


Official Trailer :


Sumber :
21cineplex

Kamis, 05 Desember 2013

7 Film ini Menginspirasi Kejahatan

Film biasanya memiliki pesan moral yang akan menginspirasi penonton setelah menyaksikannya. Sisi buruknya, adegan-adegan di film tak jarang juga dicontoh mentah-mentah. Kalau positif tak masalah, tapi kalau negatif alamat runyam.

Coba lihat anak-anak kecil seusai melihat film Superman misalnya, langsung ikut-ikutan ingin terbang. Bisa dimaklumi karena belum mengerti yang sebenarnya.

Tapi bagaimana dengan orang dewasa, apakah tergolong wajar bila beberapa laporan menyebut aksi kriminalitas terjadi karena diinspirasi dari film. Contoh-contohnya terpapar di bawah ini.


1. FIGHT CLUB


Tak lama berselang setelah film ini dirilis di bioskop, beberapa pemuda tanpa ragu merilis video pertarungan bawah tanah mereka di YouTube. Tak hanya itu, beberapa pemuda memutuskan untuk melakukan hal yang lebih gila dengan memasang peledak di tempat-tempat umum.

Luke Heller menaruh bom pipa di kotak surat tetangganya sementara Kyle Shaw memasang bom di dekat gerai Starbucks dan menimbulkan kekacauan.


2. THE DEER HUNTER


Dalam film ini ditampilkan permainan maut "Russian Roullette" yang langsung mendapat kritik karena salah menggambarkan tentang kisah perang vietnam yang ada di dalamnya.

Ditampilkannya permainan tersebut di dalam film yang dibintangi oleh Robert DeNiro dan juga Christopher Walken ini mengakibatkan bertambahnya angka kematian karena permainan tersebut dari seluruh dunia, terlebih di Amerika Serikat.


3. DEXTER


Serial televisi satu ini menuai kontroversi karena temanya yang unik sekaligus bikin merinding. Dexter bercerita tentang penyidik pembunuhan di kala pagi sekaligus pembunuh berantai di malam hari. Kisah tersebut ternyata menjadi inspirasi beberapa pemuda untuk melakukan pembunuhan.

Dilaporkan, satu fan Dexter Andrew Conley mencekik saudaranya yang masih 10 tahun. Satu lagi fannya Mark Twitchel membunuh korbannya yang ia jebak lewat jejaring sosial dengan memakai identitas palsu.


4. MAGNUM FORCE


Film kedua dari franchise DIRTY HARRY yang dibintangi oleh Clint Eastwood ini menghadirkan sebuah adegan penculikan seorang PSK lantas dibunuh dengan dipaksa minum cairan pembersih.

Adegan tersebut ditiru oleh seorang pencuri toko audio di Amerika Serikat. Kriminal tersebut memaksa penjaga toko dengan memaksanya meminum cairan pembersih. Para korban yang tak segera meninggal sempat diperkosa oleh pelaku kriminal.


5. CHILD'S PLAY


Sosok boneka mengerikan dan adegan-adegan dalam seri CHILD'S PLAY menginspirasi beberapa adegan pembunuhan yang bikin merinding. Salah satu adegan yang terinspirasi karenanya adalah pembantaian di PORT ARTHUR.

Pelaku kejahatan sengaja menyiksa korban sebelum membunuhnya dengan memperdengarkan rekaman suara, "Hai aku Chucky, mau bermain?".

Film ini juga dihubung-hubungkan dengan pembunuhan yang dilakukan oleh bocah berumur 10 tahun kepada adiknya yang berusia 2 tahun. Korbannya disiram cat lalu dimutilasi


6. SCREAM


Film slasher paling populer di Amerika Serikat ini menjadi dalang banyak pembunuhan yang meniru metode pembunuhan yang ada di dalam filmnya.

Kejahatan pertama terjadi tahun 1998 ketika dua bersaudara menusuk ibu mereka dengan pisau sebanyak 45 kali untuk mencuri uang demi rencana pembunuhan mereka lainnya.

Tahun berikutnya, dua pemuda menusuk seorang pemuda berumur belasan tahun namun tak sampai membunuhnya. Terakhir kalinya, Allyson Cambie menjadi korban penusukan pacarnya yang bertopeng mirip pembunuh SCREAM.


7. CLOCKWORK ORANGE


Selain memicu banyak kontroversi saat dirilis di bioskop, CLOCKWORK ORANGE dikritik karena menjadi penyebab tindak kejahatan di Amerika Serikat.

Stanley Kubrick sang sutradara bahkan sampai menarik filmnya dari bioskop Inggris karena kontennya tersebut.

Dikisahkan dalam filmnya sekelompok pemuda melakukan vandalisme dengan menyerbu ke rumah dan memperkosa pemilik rumah. Parahnya lagi pemerkosaan tersebut mereka lakukan sembari bernyanyi lagu populer, Singing In The Rain. Adegan inilah yang menginspirasi sekelompok pemuda untuk melakukan hal yang sama.


Sumber:
clear
top10films

Jumat, 29 November 2013

Melihat Hitam-Putih Nelson Mandela Dalam Long Walk to Freedom

Long Walk to Freedom, judul yang sama dengan autobiografi Nelson Mandela boleh jadi film yang paling komplet menggambarkan perjalanan hidup tokoh besar Anti-Apartheid ini. Tidak saja suka-duka perjuangannya, tapi juga sisi hidupnya baik dan buruk. Benar-benar menguak kesadaran psikologis kita.

Siapa tak kenal Mandela, orang yang paling berjasa menghantar masyarakat Afrika Selatan akhirnya menggapai kemerdekaannya, setelah sekian lama terjajah di tanah kelahiran mereka. Mendobrak supremasi kulit putih demi kesetaraan, pengakuan hakiki semua manusia adalah sama.




Long Walk to Freedom bukan hanya mengajak kita melihat penderitaan Mandela di dalam sel 27 tahun, namun sisi-sisi kehidupan seorang pahlawan, yang juga manusia biasa. Pernah membuat kesalahan, lalu belajar menyadarinya dan akhirnya fokus pada mimpi yang diperjuangkannya.

Idris Elba dan Naomie Harris, yang didapuk jadi pemeran Nelson-Winnie Mandela berhasil menjiwai tokoh aslinya. Banyak kalimat yang diucapkan Elba membuat kita bergetar, seolah mendengar langsung dari mulut Mandela sendiri.

Sutradara Justin Chadwik membawa kita pada awalnya ke tahun 1942 di Johannesburg, saat Mandela menjadi pengacara sukses, selalu tampil menawan dalam setelan jas sehingga memesona banyak wanita. Mandela adalah lelaki sukses dalam karir di masa mudanya. Layaknya stereotip kaum pria yang sedang 'di atas angin' hal ini membuatnya terperosok. Ia sering main perempuan dan berakibat hancurnya perkawinan pertama dengan Evelyn Mase.

Di saat yang sama, Mandela juga bergabung dengan Kongres Nasional Afrika. Suatu masa ketika bertemu Winnie yang  bekerja di Rumah Sakit Baragwanath sebagai pekerja sosial.Nelson yang tak pernah lelah mendesak tentang anti apharteid membuat masa pacaran mereka menjadi romantis sekaligus kacau (juga kacau karena skandal ini mengakibatkan Mandela ditinggal istri pertamanya).

Sebuah hal yang membuat kita dilanda dilema, apakah ini sekadar 'kesalahan' karena mengacaukan hidup berkeluarga dengan Evelyn, atau sebuah jalan hidup yang harus dilakoni Mandela?

Bersama Winnie bukanlah kisah cinta yang melulu romantik. Mereka berdua awalnya terkendala masalah bahasa, karena Mandela dan Winnie tidak memakai bahasa yang sama. Kemudian saat akhirnya menikah, Winnie sudah harus belajar untuk bertahan hidup sendiri, hal ini menjadi lebih buruk saat Mandela ditangkap dan dipenjarakan pada tahun 1962, selain itu Winnie juga menjadi tahanan politik dan ditahan di penjara isolasi selama hampir dua tahun.

Bagaimanapun, kami, tim apakabardunia.com sangat merekomendasikan film ini untuk ditonton. Begitu banyak pelajaran, renungan dan semangat yang semoga dapat ditularkan dalam hidup kita. Betapa berartinya kesetaraan dan persamaan ras. Bumi adalah milik semua orang yang bisa menjaganya, tak peduli warna kulitmu.














Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Blogger Templates